Monday, 17 November 2014

S A N R O B O N E

Empat Kawalan Pemuda
Ganteng, Cakep, Keren dan Gagah
Menembus panas terik Matahari
Melintasi Jembatan yang belum Kelar

Empat Kawalan Pemuda itu
Dengan kecepatan rata rata
Melalui jalan lurus dan berliku
Seperti kehidupan yang sebenar

Empat Kawalan Pemuda
Datang dari empat penjuru mata angin
Menembus cakrawala
Menjadi satu titipan

Empat Kawalan Pemuda
Melambangkan konsep Sulapa Appa
Tanah, air, api dan angin
Menyatu menjadi satu kekuatan

Empat Kawalan Pemuda
Menyusuri puing puing benteng Sanrobone
Bertapak di atas sisa sisa benteng
Merasakan hembusan kalbu
Untuk kembali ke masa silam.


Sanrobone
Menyatukan datangnya empat penjuru mata angin
Sanrobone
Menyatukan Tanah, air, api dan angin
Sanrobone
Jaya kembali menjadi satu kekuatan

Anggrawansyah Syaharuddin

KL, 18 November 2014

Saturday, 15 November 2014

25 Oktober

Ketika cinta belum lagi tersampaikan
Ketika hati masih terdiam
Ketika mulut selalu terbungkam
Ketika nafas tak terhela pelan

Kawan datang memberi ultimatumnya
Keduanya seenak bibirnya berkata
Keduanya asyik berlogika
Keduanya tak tahu apa yang aku rasa

Kala 25 Oktober telah tiba
Kala puncak Ultimatumnya
Kala aku terpojokkan oleh keduanya
Kala aku hanya bisa beralasan kata

Kamu tahu apa yang aku inginkan
Kamu tahu apa yang aku rasakan
Kamu tahu apa yang harus aku lakukan
Kamu tahu rasa ini belum bisa terucapkan

Kawan aku tetap berusaha
Kawan hatiku masih tetap untuknya
Kawan rasaku masih untuknya
Kawan aku ingin gapai cintanya

Kau Bidadari idamanku
Kau Pujaan hatiku
Kau cepatlah kepelukanku
Kau membina kasih bersamaku